Archive for September, 2006

bersujud lagi

Friday, September 22nd, 2006

:ramadhan tinggal sehasta: mari cari berkah dibulan yang penuh hikmah ini: sebuah sms yang baru dikirim dari seorang teman yang llumayan mengejutkan di siang hari bolong dipenatnya bekerja. “apa ramadhan ? puasa duonk”. itu yang ada dalam pikiran ku saat itu dengan setengah terkejut karena mungkin tak terpikirkan bahwa begitu cepatnya bulan itu datang sepertinya baru kemaren ak harus bangun pagi,sholat taraweh,buka dan hal2 rutin lainnya.
Hal ini juga mengingatkan aku pada sebuah ingatan yang mungkin hari dan bulan dimana disaat orang bersuka cita menyambut bulan yang penuh hikmah ini ak harus kehilangan orang yang paling -paling berharga adalam hidupku, 2 taon yang lalu tepat saat hari pertama bulan ramadhan tiba aku mendapat kabar bahwa ayahku masuk rumah sakit tapi tidak dikabari karena mungkin takut menggangu toh penyakitnya tidak terlalu berbahaya menurut dokter, hari ke 3 puasa aku baru ditelpon oleh ayahku dan aku sempat berbicara dengannya dan aku sempat memarahinya kenapa aku tidak diberi kabar kalo beliau masuk rumah sakit, beliau hanya tertawa dan menjawab “alah nanti kalo dikabarin bingung lagi, orang ga papa kok”. tapi tidak disangka ke esokan harinya beliau masuk RS lagi dan aku pun tidak diberi kabar sampai hari ke 9 puasa dan saat itu keadaan beliau sudah sangat kritis baru kabar datang padaku,wah ternyata hari ke 10 puasa beliau diambil yang kuasa tanpa aku bisa melihat dan mendampingi nya disaat terakhir hidupnya..ternyata penbicaraan saat itu adalah pembicarran terakhir ku dengan nya, sampai dia dikuburpun aku tak bisa melihatnya
sebuah fase dalam hidup ku yang tidak bisa pula pada saat memasuki bulan ramadhan, dimana semua kita harus mau meletakan kepala kita sejajar dengan kaki kita tanpa ada perbedaan, yang merupakan sebuah cara pengabdian pada sang pemberi. BERSUJUD DAN BERSUJUD LAGI

aku dan jiwaku

Friday, September 22nd, 2006

hay engkau jiwaku kenapa engkau diam saat aku ajak bicara apakah engkau tidak mempunyai mulut untuk menjawab setiap pertanyaan yang keluar dari setiap jasad yang keras ini apakah engkau juga tidak mempunyai kuping untuk mendengaar setiap keluh kesah atas pencarian ku saat aku mulai mengigat apa yang kuperbuat sebelum jasad kasar ini akan tidur.
apakah engkau hanya diciptakan untuk diam dan diam tanpa ikut merasakan tanpa ikut gelisah atau engkau tidak mempunyai hati nurani sepeti jasad ku ini yang setiap kali harus digunakan untuk ikut mesakan kepedihan-kepedihan disekitarku tanpa bisa berbuat apa2.

wahai engkau jiwaku apakah engkau selalu putih tanpa ada warna yang lain seperti jasadku ini yang salau harus terkena warna yang tak jelas sehingga selalu menutupi tingkahku
hai jiwaku apakah aku bisa melihatmu sepeti jasad kasarku ini dilihat oleh orang yang kadang tak kumengerti jalan pikirannya
hai jiwaku bisakah engkau tertawa seperti jasad kasarku ini saat melihat semua orang terpuruk dengan keindahan -keindahan yang diciptakan oleh pencipta jiwa dan jasad ini.

Hai jiwaku bisakah engkau mengigatkan jasad kasarku ini untuk selalu mengerti kemana jalan dan tujuan akhir dari sebuah perjalanan.
hai jiwa dan jasadku bisakah kita menjadi sebuah team layaknya sebuah team sepakbola yang selalu bersinergi untuk mendapatkan gol2 yang cantik tanpa melukai lawan atau kah kita harus menjadi sebuah lawan layaknya sebuah pertandingan tinju yang selalu menang jika lawannya tersungkur di atas ring.

wahai jiwa dan jasad aku berharap banyak padamu untuk bisa mengantarkan ku pada akhir dari sebuah perjuangan hidup ku dan tolonglah jiwa dan jasadku mengertilah mengertilah mengertilah…..

aku harus mencari lagi

Friday, September 22nd, 2006

apakah aku harus menjadi pemberontak lagi untuk mencari siapa aku
apakah aku harus melanggar lagi untuk mencari tau jalanku harus kemana
apakah aku harus membunuh lagi untuk mencari hidupku lagi
apakah aku harus terus mencari mu

setiap langkah terasa berat sebab beban belum pula hilang
kemilau mata tak terlihat sebab aku belum menemukan cahaya
kelembutan hati selalu rapuh sebab belum juga ada penuntun
jalanku belum juga usai sebab belum kutemukan jiwaku

bersambung>>>