setingan terbaik dalam foto digital

707006469l
Biasanya, tidak semua orang mau menggunakan setting kualitas gamabar
terbaik pada kamera digitalnya. Alasan utamanya, supaya bisa membuat
banyak foto.
Memang, dengan setting kualitas gambar yang rendah, Anda bisa mengambil
foto lebih banyak. Mungkin memory card 64 MB pada kamera digital 3 MP
hanya dapat menampung 40 foto high quality. Pada setting medium mungkin
kamera tadi dapat menampung 80 foto.

Akan tetapi, sebenarnya ada keuntungan tersendiri kalau kita menggunakan foto high quality:


1. Pada saat pencetakan foto, dapat diperoleh hasil cetakan yg lebih
besar, tanpa harus mengkhawatirkan kualitas. (3MP hi-quality bisa
mencapai ukuran 10R / A4)


2. Anda dapat meng-crop foto dengan lebih aman. Jadi, komposisi yang
salah masih dapat diperbaiki tanpa terlalu banyak kehilangan detail.


3. Apabila noise timbul, Anda dapat mengecilkan resolusi foto asli.
Praktek ini umumnya akan mengurangi intensitas noise pada foto. Jadi,
dari foto 4MP hi-quality dengan noise cukup tinggi, Anda bisa
memperoleh foto 2MP yang noise-nya lebih rendah, atau foto 640×480 yang
hampir noiseless.


Dengan ketiga alasan ini, bukankah lebih baik kita menggunakan setting
high quality? Karena, hanya dengan setting ini, kamera Anda dapat
memberikan hasil terbaiknya. Jadi, kalau ingin bisa menampung lebih
banyak foto, sebaiknya beli saja memory card yang lebih besar. (btw
harganya lagi turun yah skrg..)

——————–

biasanya di beberapa kamera suka ada settingan "quality" dan
"resolution" …… kalo quality contohnya : super fine/fine/best…..
***/**/*, best/better/standard, dsb…..ini contoh aja, persisnya sich ngga gini, …hanya kurang lebih aja ………….

sementara resolusi kan misalnya : 5 MP/3MP/2MP/1MP….atau 2048×1536/1600×1200/1024×768/640×480 , dsb……juga contoh aja …..

ada yg bilang, resolusi terserah aja diubah2 sesuai kebutuhan
fotonya…..mau cetak biasa2 aja, mau cetak gede karena suatu occasion,
mau cuman upload di web, dsb……………….yg jangan diubah adalah
settingan qualitynya……jadi selalu gunakan setting tertinggi, apakah
itu super fine, best, ***, dsb.

Nah, selama ini, gue pake guidance ini. Apakah memang resolusi juga
harus pake tertinggi ? waduh, lumayan juga nich buat beli memory card
baru…….
gue pake pocket 5 mp, 128 MB kayaknya cuman nampung 35-40 an dech…….. kalo buat jalan2 3-4 hari bisa cepet abis…….

——————————–

mengenai resolusi dan kompresi hasil foto, the bigger the better.

Kalau ada RAW/TIFF format, lebih baik lagi, karena gambar under/over exposure pun masih bisa diselamatkan.
Tapi kelemahannya, ukuran file amat besar. 6MP RAW bisa 15 MegaByte

Selain kualitas terbaik, hasil juga amat dipengaruhi pencahayaan tepat. atau kerennya, proper exposure.

Cara mendapatkannya
Dengan Setting ISO, Shutter Speed, Aparture pada digicam.

  • Setting Shutter speed (kecepatan bukaan lensa) di set pada mode TV/S pada digicam dengan manual mode
  • Aparture (besarnya diafragma/bukaan lensa) di set pada mode AV/ A pada manual mode


Manual mode ini ada pada kamera digital prosumer, yang biasanya agak
besar, seperti Nikon 5700, Sony F717, Canon G5, Minolta Z1-2-3. atau
DSLR semacam Canon 300D.
Ada pada kamera yang bertaraf semi pro


Ada juga camera Point&shot (consumer level) yang memiliki manual
mode. Contohnya Canon Powershot seri A (A60,A75, A85, A95) Minolta seri
F (F100-200-300), Minolta seri G (G400-500-600), Sony P100, W1


Bila program manual ini tidak ada, maka setting exposure cukup dilakukan lewat pengaturan ISO, dan exposure compensation.
Biasanya bisa ditemukan pada setup menu.


Penilaian tepat tidaknya exposure dengan meilhat preview gambar di LCD.
Namun ada lagi cara yang lebih baik untuk menilai exposure. Lihat Histogram


Bentuknya seperti ini


Yang paling ideal adalah grafik memuncak di tengah, kalau puncak di
pinggir kanan = over exposure/terlalu terang (highlight area)
kiri = Under Exposure/gelap (shadow area)


Lengkapnya bisa dilihat di: http://www.dpreview.com/learn/?/glossary/Exposure/

—————————

upe bener, setting
quality yg paling penting, tapi setting ukuran juga penting (spt
dibahas diatas).. jadi, yg disarankan adalah menggunakan setting yg
kualitasnya terbaik, berarti ukuran juga yg terbesar.

Kalau sekarang kita foto-foto pakai setting rendah, terus tiba2 ada
lomba foto yang temanya sesuai dengan foto yg kita miliki bagaimana?
Atau, kalau tiba2 ada yg butuh dibuat foto ukuran besarnya?
Atau, kalau ternyata hasil fotonya noise-nya tinggi?

Ini sebabnya, saya menyarankan utk menggunakan setting terbaik saja.
Dengan demikian, foto Anda akan benar2 dianggap sama/mendekati klise foto film.

Kalau SD masih terlalu mahal, pakai MMC saja. Kan lebih murah, dan umumnya device yg pake SD bisa pakai MMC juga.

 

Reply With Quote
ya memang ada yg pakai resolusi 72 DPI, ada yg 180, dan ada yg 300 DPI


kan intinya jumlah pixel yg terdapat dalam sebuah foto itu sama.. jadi memang ada 2 kemungkinan (katakanlah A dan B):
foto A ukuran print lebih kecil, tapi DPI-nya tinggi
foto B ukuran print besar, tapi DPI-nya rendah


keduanya sebenarnya sama saja.. kalau sudah diolah dengan benar di
software printing, hasilnya sama.. kan yg penting jumlah total pixelnya
sama.


kalau mau diubah belakangan di Photoshop bisa kok.
pakai ‘Image Size’, lalu matikan pilihan ‘Resample Image’
Setelah itu, ganti deh ‘resolution’-nya.. nanti pasti Document Size-nya berubah..
tapi, yg penting jumlah total pixel (Pixel Dimension) tidak berubah
—————-
disadur dari :http://forum.chip.co.id/teknik-tips-fotografi/

One Response to “setingan terbaik dalam foto digital”

  1. Mariel Says:

    You write very well.

Leave a Reply